
Pada era perkembangan zaman yang semakin modern ini, Gen Z dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Mau tidak mau, Gen Z harus belajar untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Teknologi yang sedang ramai dikalangan Gen Z saat ini adalah AI (Artificial Intelligence), dimana jika diartikan dalam Bahasa Indonesia memiliki arti kecerdasan buatan. Dari namanya saja “Kecerdasan”, bisa dibayangkan kecanggihan teknologi tersebut dalam bekerja, tetapi kita juga tidak bisa melupakan bahwa ada kata “Buatan” dimana yang artinya adalah teknologi tersebut masih ada campur tangan manusia. Maka dari itu, kita sebagai Gen Z tidak boleh lalai, kita harus yakin bahwa Gen Z punya skill sakti yang tidak bisa diganti oleh AI.
Banyak pekerjaan yang telah digantikan dengan AI. Sebagian manusia telah bergantung pada AI, karena dianggap apapun yang mereka lakukan bisa dilakukan oleh AI. Sekarang ini, Gen Z banyak diasumsikan tidak akan bisa bekerja jika tanpa AI, tetapi pada kenyataannya Gen Z juga tidak selalu bergantung pada AI. Faktanya Gen Z punya skill yang tidak bisa diganti oleh AI loh, diantaranya adalah :
- Kreativitas & Imajinasi
Jika AI dalam menghasilkan suatu kreativitas perlu data dan intruksi yang jelas, sementara itu tidak berlaku bagi Gen Z. Gen Z memiliki kreativitas dan imajinasi yang sangat hebat, sehingga Gen Z mampu memberikan inovasi yang sebelumnya belum ada.
- Kecerdasan Emosi
Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Ini adalah aspek penting dalam kehidupan Gen Z yang tidak bisa ditiru oleh teknologi, seberapa canggih pun AI tersebut. AI memang bisa menganalisis ekspresi wajah, nada suara, atau kata-kata tertentu untuk menebak emosi. Tapi itu hanyalah interpretasi data, bukan pemahaman yang sejati. AI tidak benar-benar merasakan empati, simpati, kecewa, atau bahagia. Ia tidak bisa membaca situasi emosional dengan nuansa yang halus, apalagi merespons secara manusiawi.
- Etika & Moral
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita selalu dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mengutamakan etika dan moral. Dalam pelaksanaannya, etika dan moral tentu saja AI akan kalah dengan Gen Z.
- Kemampuan Motorik Halus
Robot / AI bisa merakit mobil atau mengangkat beban berat, tapi urusan pekerjaan yang melibatkan sentuhan yang lebih detail seperti membuat seni kerajinan tangan, masih sangat mengandalkan keterampilan motorik halus manusia, khususnya Gen Z.
- Pemahaman terhadap Konteks Secara Kompleks
Dalam hal ini Gen Z juga akan menjadi pemenang jika disandingkan dengan AI. Karena dalam memahami sebuah konteks AI perlu data yang detail dan pola yang jelas. AI bisa menganalisis data dalam jumlah besar, tapi sering kali gagal memahami konteks secara utuh.
Kecanggihan AI tidak berarti tanpa kemampuan Gen Z dalam pengoperasiannya, Gen Z merupakan generasi yang saat ini mendominasi dunia kerja atau bahasa gaulnya adalah yang sedang menjalankan dunia. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Gen Z, maka Gen Z dipastikan bisa bekerja tanpa kemampuan AI. Tetapi di era perkembangan zaman ini, Gen Z juga harus melek teknologi dimana dalam pengoperasian AI dibutuhkan kemampuan yang sangat tinggi, maka dari itu kemampuan yang dimiliki oleh Gen Z sudah cocok jika harus bertempur melawan Robot / AI di era sekarang ini. Karena jika tidak dioperasikan dengan kemampuan yang mendukung, AI akan berjalan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, bahkan bisa menimbulkan dampak yang buruk. Maka dari itu, Gen Z punya skill sakti yang tidak akan bisa diganti. AI mungkin canggih, tapi tanpa sentuhan manusia terutama Gen Z, teknologi tak akan berjalan sempurna. Maka, mari terus kembangkan skill yang tak tergantikan.
